Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Ragaku Milikku

 Ragaku Milikku Written by : Nabs~ Jangan ajari aku sabar, karena aku sudah melakukannya sejak lama. Sejak kapan? Tentu saja setelah tangan-tangan kalian berbicara, Tentu saja setelah hasrat kalian mengalahkan nurani kalian, Tentu saja setelah raga kalian bergerak tanpa peduli dikara . Bergerak untuk apa? Untuk menyentuh jiwa keputusasaan, Untuk menyentuh sang dara yang murni, Untuk menyentuh mahkota yang seharusnya dijaga. Kalian seperti bukan manusia. Kalian membungkam , kemudian mengancam , lalu memaksa , lalu bahagia seolah itu adalah Nirwana yang indah .  Jangan pikir aku tidak nelangsa, Para Bajingan . Aku hanya diam, tenggelam dalam mendung penuh gundah . Jika aku adalah Nabastala , mungkin kalian sudah menjadi lunglai , karena aku benar-benar membenci insan tanpa jiwa . Raga yang kalian anggap rapuh, itu adalah milikku . _ S E L E S A I _ Ditulis pada 28 September 2026

Simpul Mati

S I M P U L  M A T I Written by : Nabs~ Pergolakan Renjana yang tak kunjung usai itu menjadi sebuah simpul,  dia hanya satu, dan memanjang lurus. Namun, di pertengahan jalan, dia mati.  Ia mati, karena menunggu aksama untuk dirinya sendiri. Ia mati, karena menunggu maaf untuk dirinya sendiri. Ia mati, karena menunggu dekap hangat untuk dirinya sendiri. Sang Renjana lupa bagaimana cara untuk hidup kembali, ia juga lupa, bahwa ia bisa memutus simpul itu hanya dengan harsa. Harsa sangat diperlukan oleh Renjana,  Harsa dibutuhkan untuk tetap hidup. Sayangnya, Renjana tidak tahu,  atau mungkin lupa tentang Harsa, akhirnya Renjana memberontak, lalu menewaskan dirinya sendiri.  Kini, ia hanya bisa terjebak pada Simpul Mati, entah kapan ia bisa melepaskan diri. _ S E L E S A I _ Ditulis pada 27 September 2026